Banjir besar yang melanda Sumatra membuat banyak karyawan kesulitan hadir ke tempat kerja akibat akses yang terputus, transportasi lumpuh, atau kondisi rumah yang tidak memungkinkan. Dalam situasi seperti ini, tim HR dituntut untuk mengambil keputusan cepat dan tepat, tanpa merugikan karyawan maupun perusahaan.
Lalu, bagaimana sebenarnya aturan ketenagakerjaan saat terjadi force majeure seperti banjir? Bagaimana kebijakan upah, pengelolaan absensi, dan hak karyawan?
Berikut panduan lengkapnya.
1. Apakah Banjir Termasuk Force Majeure Menurut Hukum Ketenagakerjaan?
Ya.
Berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan, PP 36/2021 tentang Pengupahan, serta prinsip hukum umum, bencana alam seperti banjir dikategorikan sebagai keadaan memaksa (force majeure).
Artinya:
Karyawan tidak dapat disalahkan jika absen karena kondisi yang berada di luar kendali mereka.
Payung hukum yang menguatkan:
- UU No. 13 Tahun 2003 – hubungan kerja mengikuti asas itikad baik dan pelindungan kemanusiaan.
- PP 36/2021 Pasal 24–25 – upah dapat dibayarkan penuh jika ketidakhadiran bukan kesalahan pekerja.
- Prinsip force majeure dalam hukum perdata Indonesia.
2. Apakah Karyawan yang Tidak Masuk Saat Banjir Berhak Tetap Mendapat Upah?
DIBAYARKAN (Umumnya Penuh)
Jika ketidakhadiran bukan karena kesalahan pekerja, misalnya akses jalan terputus, evakuasi, atau kondisi rumah rusak akibat banjir, maka upah tetap wajib dibayar.
Ini sesuai dengan:
- PP 36/2021 Pasal 24(1) → Pengusaha tetap wajib membayar upah ketika pekerja tidak masuk kerja karena alasan tertentu di luar kesalahan pekerja.
3. Apakah HR Boleh Memotong Cuti Tahunan?
Tidak dianjurkan, kecuali karyawan setuju
Banjir adalah force majeure, sehingga:
- Perusahaan tidak boleh langsung memotong cuti tahunan.
- Kecuali karyawan meminta sendiri untuk menggunakan jatah cuti sebagai opsi.
Lebih tepat:
Gunakan kategori Izin Khusus / Paid Leave Force Majeure / Absensi Terganggu Bencana.
4. Opsi Kebijakan Absensi yang Disarankan untuk HR
Berikut opsi paling adil dan sesuai regulasi:
1. Paid Leave – Force Majeure
Karyawan absen tanpa pemotongan upah selama dibuktikan terdampak banjir.
2. Work From Home (WFA/WFH)
Jika memungkinkan (non-manufaktur/non-operasional).
3. Izin Terlambat Tanpa Potongan
Untuk yang masih bisa hadir tetapi akses jalan terhambat.
4. Penyesuaian Shift atau Jam Kerja Lebih Fleksibel
Terapkan flextime untuk menjaga produktivitas.
5. Program Evakuasi atau Safe Commute dari Perusahaan
Beberapa perusahaan menyediakan shuttle atau tempat aman sementara.
5. Apa Bukti Pendukung yang Wajib Disiapkan HR?
Untuk dokumentasi internal:
- Surat keterangan RT/RW atau kelurahan (opsional, tidak wajib dalam regulasi tetapi membantu pembuktian)
- Bukti kondisi lapangan (foto/video)
- Laporan akses jalan ditutup
- Data monitoring dari pihak berwenang (BPBD)
HR sebaiknya tidak mempersulit, karena situasinya bersifat kemanusiaan.
6. Dampak Banjir ke Retensi Karyawan Bila Kebijakan Tidak Humanis
Jika HR tidak punya kebijakan adil saat bencana, dampaknya bisa serius:
- Turunnya kepercayaan karyawan
- Tingginya turnover pasca-bencana
- Menurunnya moral & produktivitas
- Reputasi perusahaan terganggu
Itulah mengapa penting bagi HR membuat kebijakan yang empatik namun tetap sesuai hukum.
7. Tips HR Mengelola Absensi Saat Banjir
- Buat SOP darurat bencana
- Gunakan sistem absensi digital berbasis lokasi
- Berikan hotline HR untuk laporan keadaan darurat
- Tawarkan cuti tambahan darurat bila perlu
- Gunakan HRIS untuk memantau kehadiran secara real-time
Penutup
Banjir di Sumatra adalah situasi luar biasa yang menuntut HR bergerak cepat dan tepat. Dengan memahami regulasi dan menerapkan kebijakan yang adil, perusahaan tidak hanya melindungi karyawan, tetapi juga menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.
Gunakan SPISy HRIS untuk Manajemen Kehadiran yang Lebih Akurat
Kelola absensi, izin darurat, dan penggajian saat bencana dengan lebih mudah menggunakan SPISy by Sakura System Solutions.
Dengan fitur absensi real-time, lokasi akurat, dan pengelolaan kehadiran otomatis, HR dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat.
SPISy HRIS terbaik untuk perusahaan menengah hingga besar di Indonesia.

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.