Contoh tes psikotes dan tips jawabannya. Tingkatkan peluangmu untuk lolos seleksi kerja dengan persiapan yang tepat

Cerita HRIS: Contoh Tes Psikotes dan Cara Menjawabnya

Barometer penilaian tes psikologi beberapa diantaranya bertujuan untuk menakar ragam karakteristik psikologis seseorang, seperti kemampuan kognitif, sifat kepribadian, stabilitas emosi, dan kecenderungan perilaku. 

Psikotest dirancang untuk memberikan ukuran fungsi psikologis yang objektif dan standar, dan dapat digunakan untuk menilai kekuatan, kelemahan, dan progresivitas seseorang. Bagi beberapa kebutuhan, psikotest mampu memberikan rekomendasi potensi seseorang untuk mengisi posisi yang dibutuhkan. 

Beberapa ahli penemu jenis-jenis psikotest memberikan banyak metode dan analisis antara alat test dengan kepribadian unik pesertanya. Seperti apa penjelasannya? Simak rincian lengkapnya berikut ini.

Definisi Psikotes

Psikotes adalah sekumpulan tes yang berisi tes kognitif dan psikologi yang seringkali menjadi parameter kemampuan intelektual dan penilaian terhadap kepribadian seseorang. Psikotes merupakan bagian dari tahapan penyaringan dalam dunia pendidikan, dunia kerja hingga seleksi pendanaan .

Hasil dari psikotes akan menampilkan karakter dan kualitas seseorang yang kemudian akan dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan oleh pihak yang berwenang berdasarkan aspek-aspek yang menjadi indikator ujian. Aspek yang ingin dketahui dalam psikotes ialah:

  1. Aspek kecerdasan umum atau intelegensi;
  2. Aspek karakteristik atau perilaku kerja; dan
  3. Aspek kepribadian.

Hasil psikotest tidak menetapkan lulus atau tidak lulus, hasil psikotest digunakan untuk memetakan potensi diri dan melihat sisi kepribadian seseorang, apakah cocok dengan yang dibutuhkan oleh lembaga atau instansi tersebut.

Psikotest wajib dilakukan oleh profesional terlatih yang ahli dalam mengelola dan menginterpretasikan tes, dan juga mematuhi pedoman etika dan profesional.

Tujuan Diadakannya Psikotes

  1. Penilaian Klinis

Memberikan diagnosa kondisi kesehatan mental seseorang. Seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar, atau skizofrenia, dan untuk merujuk pada rencana perawatan.

  1. Pendidikan

Mengidentifikasi kemampuan kognitif siswa, gaya belajar, baik itu kekuatan dan kelemahan akademik, dan untuk mengembangkan inovasi pendidikan yang tepat.

  1. Pekerjaan

Mengukur bakat seseorang, menilik ciri-ciri kepribadian, membantu pemberi kerja membuat keputusan perekrutan, melengkapi data bagi keperluan promosi jabatan, bahan evaluasi kinerja dan karakteristik terkait pekerjaan lainnya.

  1. Psikologi Forensik

Mengevaluasi keadaan mental dan kebugaran seseorang untuk keputusan hakim di pengadilan, dan untuk menilai risiko mereka dalam melakukan pelanggaran kembali.

  1. Penelitian

Untuk mempelajari efek intervensi tertentu pada fungsi psikologis, atau untuk menyelidiki hubungan antara variabel psikologis. 

Contoh Psikotes dan Cara Menjawabnya

  1. Wartegg Test

Jenis test ini dikemukakan pertama kali oleh psikolog Jerman bernama Ehrig Wartegg pada tahun 1926. Wartegg Test merupakan salah satu kategori dari tes psikologi proyektif yang digunakan untuk mengungkap dimensi kepribadian seseorang, seperti emosi, sikap, dan perilaku.

Anda akan menemukan delapan kotak gambar yang kosong dan masing-masing kotak harus diisi dengan gambar yang dianggap relevan. 

  1. DISC Test

Penilaian DISC ramai digunakan untuk menunjukkan perilaku yang berdasarkan pada teori kepribadian yakni Dominance (D), Influence (I), Steadiness (S), dan Conscientiousness (C). 

DISC merupakan laporan yang menjelaskan tentang kekuatan, kelemahan, gaya komunikasi, dan lingkungan kerja dalam personal value individu tersebut. 

  1. EPPS Test

Edwards Personal Preference Schedule atau yang umum dikenal dengan EPPS, dikembangkan oleh psikolog Amerika bernama Allen L. Edwards pada tahun 1950-an, dan digunakan untuk mengungkap preferensi dan minat individu terhadap berbagai jenis aktivitas, objek, dan situasi. Sehingga golongannya termasuk dalam tes kepribadian.

EPPS memiliki kurang lebih total 225 pernyataan yang berkaitan dengan berbagai jenis aktivitas, seperti seni, musik, olahraga, dan pekerjaan tertentu. Peserta diminta untuk memberikan nilai pada setiap pernyataan yang sesuai dengan preferensi mereka menggunakan skala Likert.

  1. Tes Asosiasi PAULI

Seorang fisikawan Austria bernama Wolfgang Pauli dan rekannya seorang psikolog bernama Swiss Carl Gustav Jung menemukan jenis test ini pada tahun 1930-an, sehingga landasan yang dipakai dalam jenis tes ini ialah konsep sinergi antara fisika kuantum dan psikologi analitik Jungian. PAULI Test dirancang untuk mengungkap aspek-aspek kepribadian individu, seperti motivasi, persepsi, dan perilaku.

Soal berupa barisan angka yang dilihat berdasarkan kolom vertikal, dimana peserta diminta untuk menjumlahkan setiap deret dua angka ke bawah dalam waktu 3 menit, kemudian lanjut ke kolom sebelahnya dengan waktu yang sama, begitu seterusnya sampai kolom terahir.

  1. BAUM Test

Selain Wartegg Test, varian tes psikologi proyektif lainnya ialah BAUM Test, yang memetakan kepribadian seseorang, seperti emosi, sikap, dan perilaku. 

Florence Goodenough menciptakan Draw-a-Tree Test atau Tes Baum, yang mana peserta diminta untuk menggambar pohon beserta cerita dibalik gambar pohon tersebut dalam sebuah kertas kosong. Indikator yang akan diteliti ialah ukuran pohon, bentuk, lokasi, dan detail gambar, serta penggunaan ruang pada kertas.

  1. Papi Costick Test

Alat test yang digunakan ialah lembar jawaban, psikogram dan buku norma Papi Costick’s test yang masing-masing berjumlah 1 lembar. Kategori tes psikologi ini terdiri dari 90 pasang pertanyaan, dan peserta diarahkan untuk memilih jawaban anggap paling dekat menggambarkan dirinya atau yang peserta anggap benar.

Dr. Max Martin Kostick menciptakan psikotest ini untuk menilai value seseorang melalui psychodynamics dengan lingkungannya (environment). 

Operasional HRIS Terbaik dengan SPISy Software/Aplikasi

Modul HR Development dalam sistem SPISy tidak hanya membantu dalam manajemen sumber daya manusia dan sarana evaluasi kinerja perusahaan saja, namun juga mampu mempermudah proses rekrutmen karyawan.

Mulai dari tersedianya sistem informasi perekrutan, pelatihan administrasi sampai ke jenjang karir. Semuanya tersedia dalam satu software/aplikasi HRIS terbaik di Indonesia, SPISy.

Termasuk didalamnya terdapat pengaturan mengenai system payroll untuk perusahaan, tunggu apalagi? Percepat kemudahan dalam menaikan kinerja perusahaan Anda, dengan menghubungi kami di:

+62 21-391-5599 /98 /97
[email protected]


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply