Cerita HRIS: Cara Mengatasi Beban Kerja Tinggi di Perusahaan di Startup

Perusahaan startup merupakan perusahaan yang berada dalam tahap pertumbuhan. Beberapa startup memiliki beban kerja tinggi karena sejumlah faktor seperti mengejar target pertumbuhan serta fleksibilitas terhadap alur kerja. Kenali beberapa cara untuk mengatasi beban kerja yang tinggi di startup melalui penjelasan berikut ini

Hal-hal yang Perlu Diketahui Bila Ingin Bekerja di Startup

Startup bukan saja hanya sebatas perusahaan yang masih dalam tahap pengembangan. Startup sendiri memiliki sedikit perbedaan dalam kultur kerja dibanding perusahaan konvensional. Agar bisa bekerja dengan baik di sebuah startup, maka perlu mengetahui hal-hal berikut ini:

  1. Siap dan Nyaman dengan Perubahan Cepat

Berbeda dengan perusahaan biasa yang proses dan prosedur kerjanya telah jelas serta lebih tertata, startup dapat mengubah proses kerja, perencanaan proyek, dan bahkan jobdesk dalam waktu yang singkat. Perubahan yang singkat ini tentu mengharuskan para karyawan untuk beradaptasi dengan cepat dan bisa mengatasi masalah-masalah baru yang mungkin timbul.

  1. Menyelesaikan Berbagai Pekerjaan

Banyak startup yang tidak mengenal batasan posisi dan job desk alias mengharuskan para karyawan untuk siap sedia mengerjakan pekerjaan apa pun mulai dari membeli alat tulis, membuat laporan, menjawab panggilan telepon, hingga membuat dan menyampaikan presentasi. Dengan kata lain, saat bekerja di startup Anda harus menghilangkan kalimat “ini bukan jobdesk saya”.

  1. Veteran Merupakan Mentor

Salah satu prinsip yang harus dipegang saat bekerja di sebuah perusahan adalah menjadikan veteran atau orang-orang yang lebih dulu bekerja sebagai mentor. Jangan pernah menganggap para karyawan pendahulu sebagai saingan layaknya di perusahaan pada umumnya. Mereka justru ditugaskan untuk membimbing dan memandu para karyawan baru agar bisa bersama membangun perusahaan startup menjadi lebih baik.

  1. Adanya Pemberian dari Perusahaan 

Perusahaan startup, terutama yang belum lama berdiri biasanya akan memberikan “hadiah” untuk karyawan yang bersedia bekerja di luar jam kerja. Pemberian ini umumnya dapat berupa traktiran makan siang, happy hour, atau tiket menonton hiburan. 

Seiring berjalannya waktu, perusahaan dapat menghentikan aneka pemberian ini terutama jika bisnis sudah makin berkembang dan jumlah karyawan makin banyak karena berkaitan dengan manajemen yang lebih kompleks dan mungkin keterbatasan dana. Namun, karyawan tetap akan mendapat pemberian lain berupa insentif atau bonus.

  1. Perlu Bersiap untuk Risiko yang Dialami Perusahaan

Sebuah perusahaan startup dapat dengan cepat mengalami kebangkrutan lalu tutup. Dengan demikian, karyawan yang bekerja di sana perlu mengetahui risiko semacam ini. Cobalah untuk rutin mengecek kondisi perusahaan startup berikut investornya di internet. Bila perlu, tanyakan pada pimpinan terkait kinerja perusahaan. Hal ini dapat menjadi langkah antisipasi agar karyawan bisa mempersiapkan diri mencari perusahaan lain atau pekerjaan baru.    

Bagaimana Mengatasi Beban Kerja yang Tinggi di Perusahaan Startup?

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, perusahaan startup dapat sewaktu-waktu mengubah atau menambah jobdesk para karyawannya. Hal tersebut mungkin akan menjadikan beban kerja yang cukup tinggi. Agar bisa mengatasinya, cobalah untuk melakukan langkah-langkah di bawah ini:

  1. Kenali Batasan Diri

Seseorang bisa saja mengerjakan berbagai pekerjaan dan proyek dengan jumlah banyak dalam waktu yang lama. Namun, setiap manusia tentu memiliki batasan dalam bekerja, baik terkait kesehatan, energi,  maupun waktu. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui batasan diri dalam bekerja. Jangan enggan untuk menolak pekerjaan bila merasa kurang sanggup menyelesaikannya. Langkah ini akan membantu seseorang bertahan di perusahaan startup yang memiliki beban kerja tinggi.

  1. Prioritaskan Istirahat

Saat bekerja di sebuah perusahaan startup, seseorang bisa saja mendapat suatu tugas di luar jam kerja yang menjadikan beban kerja makin tinggi. Meski demikian, istirahat yang cukup tetap harus menjadi prioritas, terutama di saat memiliki waktu senggang. Ini bertujuan agar badan tetap segar dan energi bisa terkumpul kembali untuk melakukan pekerjaan di kemudian hari.

  1. Fokus pada Satu Tugas

Adanya beban pekerjaan tinggi akibat tugas yang menumpuk membuat seseorang seringkali tidak fokus dan terkadang justru memulai tugas lainnya yang justru membuat semakin stres. Bila mendapat tugas yang cukup banyak, sebaiknya fokus untuk menyelesaikan satu per satu tugas yang ada. Selesaikan pekerjaan yang sudah dimulai dan prioritaskan pekerjaan dengan deadline yang lebih singkat.

  1. Jangan Ragu untuk Bertanya dan Meminta Tolong

Beban kerja yang tinggi dapat membuat seseorang kehilangan fokus dan terkadang kesulitan untuk memahami prosedur serta ketentuan terkait hal yang akan dikerjakan. Jika ini terjadi, cobalah untuk bertanya kepada atasan atau rekan kerja terkait untuk menjelaskan lebih detail. Jangan ragu pula untuk meminta tolong mereka melakukan hal-hal yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan.

  1. Lakukan Audit Waktu

Saat bekerja di tempat yang memiliki beban kerja tinggi dengan tugas yang menumpuk, seseorang perlu melakukan audit waktu untuk hal-hal yang telah dikerjakan. Audit waktu merupakan langkah untuk melihat seberapa banyak waktu yang terpakai untuk melakukan berbagai pekerjaan dan kegiatan sehingga dapat membantu memprioritaskan pekerjaan yang perlu didahulukan.  

  1. Gunakan Waktu untuk Melepas Beban

Beban kerja yang berat mungkin tak terhindarkan saat seseorang bekerja. Namun, ada cara untuk mengurangi dan bahkan melepaskan beban pekerjaan berat. Pertama-tama, Anda perlu melupakan sejenak pekerjaan di luar jam kerja atau suasana profesional. Setelahnya, lakukan hal-hal yang menunjang relaksasi pikiran seperti yoga, meditasi, atau olahraga.

  1. Cari Dukungan Orang-orang Terdekat

Selain menyempatkan waktu untuk melepas penat, cara lain agar beban kerja terasa lebih ringan adalah mencari dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga, pasangan, atau teman. Jangan ragu untuk menceritakan keluh kesah yang dialami sewaktu kerja dan bila perlu, cobalah untuk melakukan kegiatan bersama yang membawa kegembiraan serta kenyamanan. 

  1. Gunakan Bantuan Teknologi

Beban kerja yang besar memang melelahkan. Namun perlu diingat bahwa kemajuan teknologi dapat membantu manusia dalam berbagai pekerjaan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menggunakan bantuan teknologi seperti AI atau software lainnya yang dianggap mampu menunjang pekerjaan. Penggunaan teknologi dapat membantu memberikan ide dan mengefisiensikan waktu sehingga mengurangi beban kerja yang berat saat bekerja untuk perusahaan startup.

Salah satu software yang dapat membantu kerja karyawan maupun perusahaan secara keseluruhan adalah Human Resources Information (HRIS). Software ini dapat menjadi solusi manajemen serta automasi kinerja yang berkaitan dengan sumber daya manusia atau human resources (HR).

Sakura System sebagai pelopor IHRS memiliki SPISy sebagai software penunjang kerja HR terbaik. SPISy tersedia dalam berbagai pilihan sesuai dengan fungsi pada perusahaan seperti SPISy Payroll (untuk staf HRD), SPISy HR Development (untuk manajer HR), SPISy HR Strategic (untuk direktur HR), SPISy ETS (untuk karyawan dan manajer), SPISy HR Self Service (untuk menunjang fungsi alur kerja), dan SPISy Mobile Apps (untuk seluruh karyawan).

Adapun tugas yang bisa dibantu oleh kehadiran SPISy di kantor antara lain yaitu manajemen waktu, pembayaran gaji secara payroll, pemantauan performa karyawan, dan masih banyak lagi.

Bila tertarik untuk menghadirkan SPISy sebagai solusi untuk perusahaan, kunjungi website www.sakura-system.co.id.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply