Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) dari Kementerian Keuangan menyebutkan hingga Februari 2023 terdapat 1.464 akuntan publik yang terdaftar di Indonesia. Dimana setiap perusahaan maupun instansi sudah pasti memiliki seorang akuntan yang bertugas mengelola keuangan lembaganya.
Akuntan berperan dalam mendukung organisasi, mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, menganalisis, menyiapkan, menginterpretasikan dan mengkomunikasikan informasi yang dibutuhkan oleh manajemen dalam setiap pengambilan keputusan.
Bukan hanya itu, akuntan juga memiliki dampak yang besar terhadap pengambilan keputusan ekonomi dalam meningkatkan transparansi dan mutu informasi pada bidang keuangan, yang berpengaruh secara luas dalam era globalisasi ini.
Sehingga, posisi akuntan memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian nasional yang sehat dan efisien.
Apa itu Akuntan?
American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) mendefinisikan profesi akuntan sebagai seorang profesional yang memiliki keahlian dalam bidang akuntansi, audit, pajak, dan konsultasi keuangan.
Sementara itu, menurut International Federation of Accountants (IFAC), akuntan adalah individu yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi dalam bidang akuntansi yang digunakan untuk memberikan informasi keuangan, pengelolaan keuangan, dan layanan konsultasi kepada organisasi dan individu.
Kemudian, Financial Accounting Standards Board (FASB) menjelaskan bahwa akuntan merupakan seseorang yang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam mencatat, menganalisis, dan melaporkan informasi keuangan organisasi.
Apabila ditarik benang merahnya, maka akuntan ialah seorang profesional yang terlatih dalam bidang akuntansi dan bertanggung jawab untuk mengelola, menganalisis, dan melaporkan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan bisnis.
Tugas dan Tanggung Jawab Akuntan
Bersumber dari buku ILMU AKUNTANSI (2023), berikut ialah tugas dari seorang akuntan:
- Mendokumentasikan transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu organisasi, prosesnya dengan cara memonitoring transaksi keuangan perusahaan selama ketentuan periode tertentu;
- Mengumpulkan informasi dengan menyiapkan entri ke dalam buku besar perusahaan, mulai dari pencatatan transaksi sampai dengan terbentuknya laporan keuangan;
- Melakukan rekonsiliasi transaksi dan atau laporan keuangan, seperti melakukan penyesuaian pada setiap selisih atau kesenjangan yang ditemukan pada laporan keuangan perusahaan;
- Melakukan pemantauan efisiensi prosedur dan program akuntansi, dengan melakukan peninjauan software akuntansi dan prosedur pengendalian akuntansi sehingga tercipta efisiensi dan efektivitas yang berkelanjutan;
- Memberikan masukan kepada organisasi mengenai permasalahan keuangan yang sedang dihadapi. Berupa rekomendasi mengenai prosedur, sumber daya, dan masalah keuangan lainnya;
- Mempersiapkan dan memeriksa berbagai faktur transaksi, termasuk faktur penjualan maupun pembelian selama periode keuangan berjalan;
- Mempersiapkan laporan keuangan akhir tahun dalam periode akuntansi perusahaan tersebut. Berupa neraca, laba rugi, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan;
- Menghitung dan lapor pajak tahunan perusahaan setiap periode tahun tertentu.
Kode Etik Akuntan
Institute of Management Accountants (IMA) memberikan panduan terkait dengan standar etis penyelesaian konflik etis, dimana standar etika perilaku bagi akuntan manajemen dijelaskan dalam empat kriteria berikut ini:
- Kompetensi
- Menjaga tingkat kompetensi profesionalitas yang memadai;
- Melaksanakan tugas-tugas profesional sesuai dengan hukum, peraturan dan standar teknis yang berlaku; dan
- Menyiapkan laporan dan rekomendasi yang lengkap serta jelas setelah melakukan analisis yang benar.
- Kerahasiaan
- Menahan diri untuk tidak mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh, kecuali diharuskan secara hukum;
- Memberitahukan kepada bawahan seperlunya kerahasiaan dari informasi yang berkenaan dengan tugas-tugasnya, dan memonitor aktivitas mereka untuk menjaga kerahasiaan tersebut; dan
- Menahan diri dari penggunaan informasi rahasia secara tidak etis dan melawan hukum, baik secara pribadi maupun melalui pihak ketiga.
- Integritas
- Menghindarkan diri dari konflik kepentingan dan mengingatkan semua pihak tentang potensi konflik;
- Menahan diri dari pelaksanaan kegiatan yang akan menimbulkan keraguan akan kemampuannya untuk melakukan tugasnya secara etis;
- Menolak setiap pemberian, penghargaan dan tanda mata yang dapat mempengaruhi tindakan;
- Menahan diri untuk tidak melakukan campur tangan terhadap legitimasi organisasi, baik secara aktif maupun pasif;
- Mengakui dan mengkomunikasikan keterbatasan pribadi dan profesional;
- Mengkomunikasikan informasi yang baik maupun buruk dan penilaian atau opini profesional; dan
- Menahan diri dari keterlibatan dalam aktivitas yang dapat merugikan profesi.
- Objektifitas
- Mengkomunikasikan informasi secara adil dan objektif; dan
- Mengungkapkan semua informasi relevan yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan oleh manajemen.
Gaji Akuntan
Faktor seperti pengalaman kerja, kualifikasi profesional, lokasi geografis, skala perusahaan, dan industri tempat bekerja, tentu akan sangat berpengaruh terhadap besaran gaji seorang akuntan.
Unsur lainnya yang mempengaruhi ialah kapabilitas, tahapan pemula seperti fresh graduated, berpengalaman rata-rata, sampai pada akuntan dengan pengalaman tinggi dan kualifikasi profesional (akuntan yang memiliki pengalaman kerja yang signifikan dan kualifikasi profesional seperti Akuntan Publik atau Chartered Accountant). Tentu memiliki jam terbang yang berbeda sehingga dihargai sesuai dengan kapabilitasnya.
Aplikasi Payroll Terbaik di Indonesia
Berbicara mengenai tugas akuntan, tidak terlepas dari menyiapkan transaksi dan laporan keuangan. Dimana salah satunya berkaitan dengan aktivitas payroll. Kini telah hadir SPISy Payroll Software yang menyediakan fitur penerbitan file report payroll secara otomatis dan sistematis.
Perusahaan dapat membuat laporan berdasarkan tahun, periode, payroll group, project sampai dengan bak payroll. Dimana user yang telah dipilih dapat mengeluarkan report sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda. Sehingga perhitungan dan penggajian bisa dijalankan secara tepat waktu dibandingkan dengan cara manual.

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.